AS Depresi! Emas Siap Terbang Tinggi

AS Depresi! Emas Siap Terbang Tinggi

AS-Depresi!-Emas-Siap-Terbang-Tinggi
AS Depresi! Emas Siap Terbang Tinggi

Pandemi Covid-19 memiliki “produk turunan” yakni resesi global akibat banyak negara menerapkan kebijakan karantina wilayah. Ini menyebabkan roda perekonomian melambat bahkan nyaris terhenti.

Pada pukul 19:40 WIB, emas diperdagangkan di kisaran US$ 1.694,76/troy ons, menguat 0,54% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Harga emas dunia menguat menjelang dibukanya perdagangan sesi Amerika Serikat (AS) Kamis (6/5/2020), kembali mendekati level US$ 1.700/US$.

Pandemi Covid-19 berserta “produk turunannya” masih menjadi penopang penguatan harga emas. Bahkan bisa melesat tinggi dalam beberapa bulan ke depan.

Dalam laporan terbaru yang diberi judul The Great Lockdown yang dirilis pertengahan April lalu. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi AS akan mengalami kontraksi pertumbuhan minus 5,3% pada tahun ini.

Tetapi kabar baiknya di tahun 2021, perekonomian global diprediksi bangkit dan tumbuh 4,7%. Itu Artinya kurva perekonomian akan V-shape, merosot dengan cepat, tetapi bangkitnya juga cepat.

Namun, kini banyak yang meragukan hal tersebut, bahkan memprediksi kurva akan berbentuk L-shape. Artinya perekonomian merosot dan membutuhkan waktu lama untuk bisa bangkit, hingga mengalami depresi di tahun 2021.

Baca Juga: Harga Minyak Melejit 20%

Hal tersebut diungkapkan oleh Nouriel Roubini, profesor di New York University’s Stern School of Business yang juga chairman dari Roubini Macro Associates LLC. Roubini merupakan orang yang memprediksi tahun 2008 akan terjadi krisis finansial global.

“Sayangnya, saya khawatir ada beberapa tren besar… yang saya sebut ’10 Deadly D’ yang akan membawa kita memasuki masa depresi di dekade ini.” kata Roubini dalam sebuah wawancara di Bloomberg, sebagaimana dilansir Kitco.