Arutmin, KPC & Adaro Siap Perpanjang Kontrak

Arutmin, KPC & Adaro Siap Perpanjang Kontrak

Arutmin-KPC-&-Adaro-Siap-Perpanjang-Kontrak
Arutmin, KPC & Adaro Siap Perpanjang Kontrak

Kementerian ESDM menyebut hingga kini baru satu perusahaan tambang batu bara yang mengajukan perpanjangan kontrak tambang, yakni PT. Arutmin Indonesia.

Namun tidak lama lagi, PT. Kaltim Prima Coal (KPC) akan segera menyusul Arutmin untuk mengajukan perpanjangan kontrak.

“Yang sudah mengajukan baru Arutmin, KPC menyusul dalam waktu dekat,” kata Direktur Teknik dan Lingkungan Ditjen Minerba Kementerian ESDM Sri Rahardjo, kepada CNBC Indonesia, Kamis, (14/05/2020).

Selain Arutmin dan KPC, Adaro juga tengah menyiapkan langkah perpanjangan dan rencananya akan diajukan pada tahun depan.  Hal ini diungkap oleh CEO PT. Adaro Energy Tbk. Garibaldi Tohir atau lebih dikenal Boy Thohir.  Adaro bersiap ajukan perpanjangan kontrak tambang batu baranya pada tahun depan.

Boy menjelaskan perpanjangan ini bukan semata karena Revisi Undang-Undang Mineral dan Batu Bara (RUU Minerba) sudah disepakati di DPR dan tinggal memantapkan langkah di sidang paripurna sebelum diundangkan, tapi juga karena perpanjangan ini sudah tercantum di kontrak.

“Perpanjangan itu ada di PKP2B (Perjanjian Karya Pertambangan Batu Bara), di situ kan ditulis perpanjangan 10 tambah 10 tahun. Memang kami punya hak,” ujar Boy dalam jumpa pers virtual perusahaan, Selasa (12/5/2020).

Sesuai PKP2B, kontrak Adaro akan habis pada 2022 mendatang dan sesuai ketentuan perusahaan bisa ajukan perpanjangan dua tahun sebelum kontrak habis.

Baca Juga: IHSG Turun, Sektor Tambang Terkoreksi Paling Minim

“Awal tahun depan ingin submit ke pemerintah untuk ajukan perpanjangan,” jelasnya.

Kontraktor tambang batu bara raksasa kini bisa bernafas lega. Pasalnya kontrak yang akan segera habis mendapatkan kepastian. dalam Rapat Paripurna Selasa, (12/05) sudah disahkan menjadi UU Minerba.