Arboretum Atasela: Kebun Botani Pasca Tambang di Kalimantan

Must read

Arboretum Atasela
Arboretum Atasela

Arboretum Atasela adalah sebuah kebun botani yang dibangun oleh PT Arutmin Indonesia Site Batulicin di salah satu area reklamasi pasca tambang. 

Kebun botani ini sengaja ditanami dengan jenis tumbuhan endemik di Kalimantan serta tumbuhan pioneer lainnya.

Terobosan yang dilakukan oleh PT Arutmin Indonesia Site Batulicin patut diacungi jempol atas kepeduliannya terhadap lingkungan karena telah membangun Arboretum Atasela. 

Perusahaan Arutmin pada Selasa (29/12) telah meresmikan Arboretum Atasela di Blok Ata Desa Mantewe, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. 

Kebun botani ini merupakan program pasca tambang yang merupakan sebuah kewajiban pelaku usaha usai melakukan aktivitas pertambangan di suatu wilayah. 

Ini merupakan bentuk kepedulian dalam menjaga ekosistem dan keberlanjutan lingkungan. 

Di lokasi tersebut sejumlah pohon yang ditanam antara lain meranti, ulin, sengon laut, tanjung, mahoni, serta buah-buahan seperti durian, rambutan, nangka dan bahkan anggrek.

Di area itu juga terdapat danau pasca tambang yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih dan lokasi budidaya ikan air tawar.

Selain itu, kawasan itu juga bisa dijadikan kawasan ekowisata yang dapat menjadi sumber pemasukan daerah kedepannya.

Bupati H Sudian Noor dalam sambutannya yang dibacakan Camat Mantewe Sulhadi menyampaikan apresiasi atas peluncuran Arboretum Atasela oleh perusahaan. 

Menurutnya kawasan itu bisa menjadi role model bagi perusahaan lain dalam pengelolaan kawasan pasca tambang di Bumi Bersujud.

“Setelah dimanfaatkan menjadi tambang, lahan dapat dialihfungsikan sebagai kawasan budidaya perikanan, peternakan, perkebunan dan pariwisata,” ujar Sudian. 

Seluruh kepala desa di kecamatan itu sepakat untuk menjadikan penyediaan air bersih sebagai program prioritas untuk segera dilaksanakan sebagai pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan penanaman pohon endemik oleh para tamu undangan, serta penyusuran danau dan panen ikan di keramba nelayan pembudidaya di kawasan itu.

Baca Juga: Capaian Sektor Mineral dan Batu Bara RI Positif

Sudian juga menambahkan, aktivitas pertambangan di Desa Mantewe, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, cukup tinggi dan berdampak pada lingkungan. 

Sementara Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Reklamasi Pasca Tambang, menegaskan semua bekas usaha pertambangan wajib diolah menjadi produktif. 

Selain itu, turut hadir juga dalam kegiatan peresmian Arboretum Atasela, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, PDAM Bersujud, KPH Kusan, dan kepala desa di Kecamatan Mantewe.

1 COMMENT

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article