API: Holding BUMN Panas Bumi Bisa Terealisasi

API: Holding BUMN Panas Bumi Bisa Terealisasi
API: Holding BUMN Panas Bumi Bisa Terealisasi

Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) memperkirakan wacana pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang panas bumi atau geothermal bisa saja terealisasi di masa mendatang. 

Di Indonesia saat ini terdapat tiga BUMN panas bumi, yakni PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), PT Geodipa Energy, dan PT PLN Gas & Geothermal.

Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia Priyandaru Effendi mengatakan, wacana pembentukan holding BUMN energi panas bumi tinggal masalah waktu saja.

Tanpa ada holding pun, tiap BUMN yang bergerak dalam bidang panas bumi sudah punya visi dan target bisnis masing-masing. 

“Sepertinya kesulitan tidak banyak untuk membentuk holding. Ini hanya masalah prioritas saja,” ujar Priyandu. 

Keberadaan holding BUMN panas bumi tentu dapat membawa manfaat terhadap pengembangan panas bumi di Indonesia. 

Salah satunya adalah memaksimalkan peran perusahaan BUMN energi panas bumi sebagai public service obligation (PSO). 

Priyandaru lebih lanjut menjelaskan, saat ini banyak wilayah panas bumi yang potensial untuk dieksplorasi dan dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. 

Sayangnya, permintaan di wilayah tersebut masih cenderung sepi sehingga kurang menarik bagi para investor panas bumi, terutama dari pihak swasta yang notabene sangat mempertimbangkan faktor komersial.

“BUMN ini bisa sekali dioptimalkan untuk penugasan pengembangan panas bumi di daerah yang potensinya banyak, tapi sayangnya terkait demand panas bumi sedikit dan kurang diminati swasta, seperti di Indonesia Timur,” tambah Priyandu.

Pihak BUMN juga bisa berperan saat proses lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP). 

Priyandaru menyebut, meski lelang WKP baru akan diadakan pada tahun 2023 mendatang, seharusnya lelang tersebut dapat berlangsung lebih ramai.

Apalagi, pemerintah menanggung biaya eksplorasi panas bumi sehingga mengurangi risiko bagi para investor.

Baca Juga: Total 54 Perusahaan Batu Bara Siap Penuhi Kebutuhan PLN

Selain itu, BUMN pun tetap bisa ikut lelang terkait WKP tersebut dan bersaing dengan investor swasta. Diharapkan masing-masing pihak bisa memberikan penawaran harga yang lebih kompetitif.

“Jadi, untuk memaksimalkan aspek komersial, BUMN juga bisa ikut tender wilayah panas bumi supaya lebih kompetitif,” pungkas Priyandu.