APBI Usul Tarif Progresif Royalti Batu Bara Maksimal 20%

Must read

APBI Usul Tarif Progresif Royalti Batu Bara Maksimal 20%
APBI Usul Tarif Progresif Royalti Batu Bara Maksimal 20%

Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia, seharusnya pemerintah menetapkan tarif royalti progresif batu bara dari 14% hingga maksimal 20%.

Apabila tarif ditetapkan sangat tinggi, produsen batu bara akan kesulitan menutup biaya produksi dan royalti.

Aturan tersebut terutama untuk pemegang perjanjian karya perusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) yang akan diperpanjang menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK). 

Diketahui, saat ini pemerintah tengah mempersiapkan peraturan pemerintah perpajakan untuk sektor usaha batu bara. Salah satu isinya mengatur tentang royalti atau dana hasil produksi batu bara (DHPB). 

APBI sepakat pemberlakuan tarif royalti secara berjenjang atau progresif. Angkanya disesuaikan dengan level atau tingkat harga tertentu dengan mempertimbangkan harga komoditas yang fluktuatif. 

Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengatakan, besaran royalti itu sebaiknya melihat peningkatan penerimaan negara dan kondisi perusahaan batu bara, terutama ketika harganya turun. 

“Jika tarifnya ditetapkan sangat tinggi, maka produsen batu bara akan kesulitan menutup biaya produksi dan royalti,” ujar Hendra. 

Baca Juga: Siap-siap! Harga Batu Bara Meroket Lagi

Pemegang IUPK operasi produksi (OP) perpanjangan PKP2B adalah perusahaan pertambangan yang beroperasi lebih dari 20 tahun, bahkan ada yang hampir 30 tahun. 

Terdapat tiga karakteristik kondisi pertambangan para pemegang IUPK. Pertama, sebaran cadangan batu baranya mulai terbatas sehingga sulit memilih lokasi yang ekonomis.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article