APBI Sebut Industri Batu Bara Kini Mengalami “Sunset”

Must read

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengatakan, saat ini industri batu bara tengah mengalami era ‘sunset’ atau xx lantaran negara-negara di dunia kini sudah bergerak ke pemakaian energi bersih dan meninggalkan fosil. 

Hendra menambahkan, kondisi industri batu bara kini memang sangat menantang. Dia pun menjelaskan beberapa ancaman yang bisa menghantui industri batu bara saat ini. 

Salah satu ancaman nyata industri batu bara yaitu transisi dunia menuju energi baru terbarukan. Transisi menuju energi bersih ini membuat kampanye anti fosil, termasuk batu bara, kian gencar dilakukan sejumlah pihak, terutama sejak ditandatanganinya Perjanjian Paris guna mengurangi emisi sebagai upaya mencegah peningkatan suhu dunia.

Kondisi ini juga didukung oleh perbankan dan institusi finansial. Perbankan luar negeri juga mulai meninggalkan portofolio pendanaan untuk proyek industri pertambangan batu bara. Dan gelombang tersebut sudah mulai muncul sejak Bank Dunia menyatakan hal tersebut beberapa tahun lalu. 

“Ini sudah hampir setiap saat kita mendengar lembaga-lembaga perbankan luar negeri meninggalkan portofolio danai industri pertambangan batu bara,” ujar Hendra. 

Meski demikian, imbuhnya, pengusaha berupaya menyikapi transisi energi ini dengan mendorong hilirisasi, seperti mengubah batu bara menjadi dimethyl ether (DME) dan metanol. Proyek DME ini diharapkan akan menjadi substitusi liquefied petroleum gas (LPG) yang selama ini masih didominasi impor.

“Batu bara jadi metanol dan DME ini tantangan bagi perusahaan besar mendapatkan funding-nya, kita lihat ada emiten yang melakukan kerja sama dengan teknologi provider untuk pengembangan DME,” tambah Hendra. 

Dia pun mengakui, upaya memperoleh pendanaan untuk proyek hilirisasi batu bara ini juga tidaklah mudah. Persyaratan yang lebih berat juga menjadi tantangan produsen batu bara dalam transisi nanti.

Term of requirement yang lebih berat jadi tantangan produsen batu bara dalam transisi nanti dengan pendanaan yang makin sulit support,” ucapnya.

Baca Juga : ESDM Sebut 12 Proyek PLTU Batu Bara Disetop Pembangunannya

Oleh karena itu, pihaknya berharap agar pemerintah bisa memberikan beberapa insentif, sehingga pengusaha batu bara bisa bertahan saat transisi ini.

“Baik dari segi insentif dan regulasi, ini sangat-sangat penting,” pintanya.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article