APBI Minta Relaksasi Royalti Sementara

APBI Minta Relaksasi Royalti Sementara

APBI-Minta-Relaksasi-Royalti-Sementara
APBI Minta Relaksasi Royalti Sementara

Optimisme mendongkrak produksi batu bara terus diupayakan oleh kalangan pengusaha dunia tambang.

Pandemi Covid-19 tidak lekas membuat industri batu bara tanah air melesu.

Demi menjaga produktivitas Asosiasi Pertambangan Baru Bara Indonesia (APBI) menyuarakan pentingnya relaksasi. 

Hal tersebut sebagai respons penolakan pemerintah atas usulan relaksasi royalti batu bara.

Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia menjelaskan, pemberian relaksasi tergolong krusial karena saat ini pelaku usaha sektor tambang batu bara tengah tertekan akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Pasalnya, pandemi corona telah berdampak pada penyerapan komoditas emas hitam tersebut.

Dengan mempertimbangkan kondisi saat ini, APBI meminta agar pemerintah memberikan stimulus berupa relaksasi pembayaran royalti batu bara untuk sementara waktu.

Tujuannya, agar perusahaan tambang batu bara memiliki nafas mengelola aliran uang atau cash flow. 

“Perusahaan saat ini tengah kesulitan cash flow, karena adanya pandemi corona terjadi perbedaan antara selisih harga patokan batubara (HPB) dengan harga jual aktual,” kata Hendra

Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 1823 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanan Pengenaan, Pemungutan, dan Pembayaran atau Penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak Mineral dan Batubara, pembayaran royalti ke negara harus mengacu kepada HPB.

Baca Juga: Menengok Batu Bara Tanjung Enim

Namun, dengan adanya kondisi saat ini, pembeli lebih menggunakan refrensi acuan harga indeks. 

Ia menambahkan, saat ini posisi pembeli lebih kuat dibanding pelaku usaha tambang.

Alasannya, pasar batu bara global sedang berada dalam titik oversupply yang membuat harga jual batu bara anjlok.