Apakah Listrik Nuklir Lebih Murah dari Batu Bara?

Apakah Listrik Nuklir Lebih Murah dari Batu Bara?

Apakah Listrik Nuklir Lebih Murah dari Batu Bara?
Apakah Listrik Nuklir Lebih Murah dari Batu Bara?

EBT sebagai proyek listrik masa depan dianggap memiliki nilai lebih ekonomis dan mampu menahan laju pembuangan emisi karbon yang dapat mempercepat laju pemanasan global.

Harga listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dinilai akan kompetitif dengan harga listrik bersumber dari energi fosil seperti batu bara dan minyak.

Menurut Mantan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Djarot Sulistio Wisnubroto harga listrik yang dihasilkan oleh Nuklir dapat lebih murah.

Djarot mengatakan harga listrik dari PLTN di Indonesia bahkan bisa hanya sebesar US$ 7 sen per kiloWatt hour (kWh).

Angka tersebut menurutnya berdasarkan hasil uji kelayakan (feasibility study/ FS) yang pernah dilakukan PT PLN (Persero) ketika ada wacana membangun PLTN di Bangka Belitung.

Dengan demikian, lanjutnya, harga listrik dari PLTN bisa sangat kompetitif bila dibandingkan dengan batu bara dan minyak.

Menurutnya, nuklir yang masuk ke dalam bagian energi baru terbarukan (EBT) menjadi energi yang tidak terpengaruh dengan cuaca dan sebagainya seperti jenis energi terbarukan lainnya.

Kemudian, harga uranium yang menjadi bahan baku PLTN meski harganya fluktuatif, namun menurutnya tidak akan berpengaruh.

Baca Juga: Pemerintah Dorong Pencapaian Target EBT di 2025

“Misal uranium (harganya) naik turun seperti batu bara, tapi harga listrik tidak terpengaruh. PLN sendiri pernah hitung berdasarkan FS-nya di Bangka Belitung, harga listrik dari nuklir bisa 7 sen dolar per kWh, ini sangat kompetitif. Karena dibandingkan dengan batu bara, ini berikan dukungan industrialisasi bagi beberapa daerah yang potensial seperti Kalimantan Barat,” paparnya.