Apakah Emas Hitam Masih Jadi Andalan?

Apakah Emas Hitam Masih Jadi Andalan?

Apakah Emas Hitam Masih Jadi Andalan?
Apakah Emas Hitam Masih Jadi Andalan?

Perkembangan industri batu bara masih lesu. Hantaman badai Covid-19 membuat pasar dunia terpaksa menurunkan daya beli.

Sektor perekonomian di Bumi Batiwakkal, ikut terdampak akibat turunnya harga batu bara.

Dorong Pengembangan Pariwisata sebagai Fondasi Perekonomian Masa Depan

Batu bara terbukti sangat rapuh ketika dijadikan fondasi perekonomian. Harga komoditas ini fluktuatif dan dipenuhi ketidakpastian di pasar dunia.

Batu bara juga merupakan sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui, sehingga akan habis suatu hari nanti.

Artinya, mustahil untuk menggantungkan perekonomian Berau pada masa depan kepada emas hitam ini.

Pemerintah Kabupaten Berau memiliki tugas berat untuk mengubah fondasi ekonominya.

Lebih 10 tahun terakhir, kabupaten ini sangat bergantung kepada sektor pertambangan batu bara.

Menurut data Badan Pusat Statistik Berau, sektor ini berkontribusi 60,93 persen (menurut harga berlaku) kepada total produk domestik regional bruto (PDRB) Berau.

Pada 2018, kontribusinya menjadi 61,56 persen, 62,42 persen pada 2017, dan 60,13 persen pada 2016.

Baca Juga: Harga Minyak Bangkit Dari Keterpurukan

Wakil Bupati Berau Agus Tantomo, membenarkan bahwa  batu bara tak bisa lagi diandalkan pada masa depan.

Saat bisnis ini terdampak dan ‘sakit’, seluruh sendi ekonomi Berau ikut merasakan akibatnya.