Apa Kabar Prospek Pasar Batu Bara Eropa

Apa Kabar Prospek Pasar Batu Bara Eropa

Apa-Kabar-Prospek-Pasar-Batu-Bara-Eropa
Apa Kabar Prospek Pasar Batu Bara Eropa

Benua Biru sedang berupaya mengkonversi energi berbahan bakar fosil menjadi energi yang ramah lingkungan.

Energi fosil seperti minyak dan batu bara akan menyempit masuk ke benua tersebut.

Rencana Eropa untuk mengurangi ketergantungannya terhadap minyak dan batu bara dan beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan tampak semakin serius.

Belum lama ini, Majelis Parlemen Jerman resmi menandatangani kesepakatan untuk menghentikan penggunaan pembangkit listrik dari energi fosil minyak dan batu bara.

Adapun, rencana tersebut adalah bagian dari kebijakan Energiewende Jerman, yaitu upaya negara Eropa Barat itu untuk mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga panas dan menghasilkan semua kekuatan bangsa dari sumber daya energi terbarukan.

Dalam kesepakatan yang ditandatangani pada 3 Juli 2020 itu, Jerman menargetkan akan menutup seluruh unit pembangkit listrik dari tenaga batu bara yang totalnya mencapai 84 unit pada 2038.

Tidak hanya mengakhir penggunaan batu bara, Jerman juga akan menargetkan untuk menghentikan penggunaan tenaga nuklir secara keseluruhan pada 2022.

Jerman akan segera menutup 8 dari 17 reaktornya setelah Bencana Fukushima pada 2011. Bagian dari gelombang penutupan nuklir di beberapa negara.

Baca Juga: Pupuk Batu Bara Anak Bangsa Tembus Pasar AS

Menteri Lingkungan Jerman Svenja Schulze mengatakan bahwa setidaknya delapan pembangkit listrik tenaga batu bara di Jerman dijadwalkan untuk ditutup pada tahun ini.

“Dengan demikian, Jerman adalah negara industri pertama yang meninggalkan energi nuklir dan batu bara,” ujar Schulze.