Apa Kabar Nasib Proyek Gasifikasi Batu Bara

Apa Kabar Nasib Proyek Gasifikasi Batu Bara

Apa-Kabar-Nasib-Proyek-Gasifikasi-Batu-Bara
Apa Kabar Nasib Proyek Gasifikasi Batu Bara

Proyek gasifikasi batu bara sebagai upaya pemerintah meningkatkan nilai tambah batu bara mendapat tantangan yang cukup berat. 

Hilirisasi melalui program gasifikasi batu bara dinilai dapat memberikan manfaat dan meningkatkan efisiensi produksi batu bara RI.

Kendati pandemi Covid-19 memberikan hambatan, pemerintah tetap optimis.

PT. Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) memastikan proyek gasifikasi atau hilirisasi batu bara akan tetap berjalan.

Apalagi perseroan juga sudah melakukan kerjasama dengan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) Air Products & Chemical Inc.

Direktur Utama PT. Bukit Asam Tbk Arviyan Arifin mengatakan pihaknya akan segera melakukan tender untuk pelaksanaan enjinering, procurement dan construction (EPC).

Sebab, pihaknya bersama dengan perusahaan asal Amerika Serikat sudah melakukan kajian dalam membuat front end engineering design (FEED).

“Proyek ini tetap diteruskan dan kita sudah miliki partner sekaligus provider teknologi Air Product, kita lagi pertajaman kajian FEED. Kita akan lakukan tender EPC,” ujarnya dalam telekonferensi, Rabu (10/6/2020).

Menurut Arviyan, nantinya produk yang dihasilkan dalam gasifikasi adalah dimethyl ether (DME). Selain itu, produk yang dihasilkan lainnya adalah methanol sebagai bahan baku B100.

“Produk yang kita buat selain DME, ada juga metanol yang dibutuhkan cukup tinggi untuk bahan baku B100 dan pembuatan gasoline,” ucapnya.

Baca Juga: Sejarah Awal Mula Pertambangan Batu Bara Indonesia

Dia mengatakan, proyek kerja sama antara Bukit Asam dengan Air Products bernilai 2 miliar dolar AS. Diharapkan proyek ini bisa beroperasi secara komersil pada tahun 2024-2025.

“Insya Allah, sekarang lagi kaji untuk segera mulai FEED dan EPC, kita harapkan commercial bisa di tahun 2024-2025,” kata Ariviyan.