Antam Siapkan Skenario Antisipasi Dampak Corona

Antam Siapkan Skenario Antisipasi Dampak Corona

Antam-Siapkan-Skenario-Antisipasi-Dampak-Corona
Antam Siapkan Skenario Antisipasi Dampak Corona

PT. Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengklaim pandemi Corona belum berdampak secara langsung terhadap kinerja operasional perusahan.

Kendati begitu, perusahaan tambang mineral plat merah tersebut tengah menyiapkan skenario untuk mengantisipasi efek gulir Corona.

Senior Vice President Corporate Secretary Antam Kunto Hendrapawoko menyebut, meski belum ada dampak langsung terhadap operasional.

Namun, secara tidak langsung Corona telah mengakibatkan penurunan harga komoditas.

Kunto bilang, Antam pun telah melakukan antisipasi dengan melakukan efisiensi, untuk mempertahankan biaya tunai lebih rendah daripada harga komoditas global.

Di sisi lain, pandemi Corona juga mengancam kinerja produksi dan penjualan sejumlah komoditas tambang, seperti bijih nikel dan produk turunannya.

Meski demikian, kata Kunto, Antam masih belum berniat untuk mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

“Saat ini ANTAM belum ada langkah melakukan revisi RKAB sebagai dampak penyebaran Covid-19,” ujar Kunto kepada Kontan.co.id, Senin (23/3).

Kunto menjelaskan bahwa saat ini Antam masih menyiapkan skenario untuk mengantisipasi efek gulir pandemi Corona terhadap kinerja Antam di tahun ini.

“Saat ini ANTAM masih melakukan pendalaman skenario-skenario yang mungkin terjadi sebagai dampak endemi Covid-19,” ungkapnya.

Hanya saja, Kunto masih enggan untuk memberikan gambaran skenario yang dimaksud serta detail target produksi dan penjualan Antam di sepanjang 2020.

Sebagai gambaran, pada tahun lalu Antam mencatatkan kinerja produksi dan penjualan yang positif.

Dalam catatan Kontan.co.id, sepanjang tahun lalu Antam mencatatkan volume produksi unaudited feronikel sebesar 25.713 TNi, atau naik sebesar 3% secara tahunan.

Penjualan Unaudited Feronikel Naik 9%

Adapun, tingkat penjualan unaudited feronikel pada tahun 2019 mencapai 26.349 TNi, atau tumbuh 9% dibanding tahun sebelumnya.

Produksi unaudited bijih nikel Antam mencapai 8,70 juta wet metric ton (wmt) dengan tingkat penjualan total bijih nikel (unaudited) mencapai 7,56 juta wmt atau tumbuh sebesar 19% secara tahunan.

Baca Juga: China Membaik, Saham Batu Bara RI Diburu Investor

Sementara untuk bijih bauksit, Antam membukukan capaian tertinggi kinerja produksi dan penjualan unaudited, dengan volume produksi 1,73 juta ton wmt atau tumbuh 57% YoY dengan tingkat penjualan sebesar 1,66 juta wmt atau meningkat 80% YoY.

Sejalan dengan tumbuhnya tingkat permintaan emas serta pengembangan inovasi produk dan jangkauan pasar Logam Mulia Antam, pada tahun 2019 Antam mencatatkan tingkat penjualan emas unaudited sebesar 34 ton.

Jumlah itu tumbuh 22% secara tahunan. Sedangkan tingkat produksi logam emas Antam unaudited pada tahun 2019 mencapai 1,96 ton emas.