Antam Siap Bangun Pabrik Baterai

Must read

Dari sisi hulu, tentunya konsorsium ini akan mengandalkan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sebagai pemegang Izin Usaha Pertambangan nikel. 

Antam memiliki wilayah tambang nikel di Halmahera Timur serta memiliki afiliasi perusahaan lainnya, perseroan memiliki sejumlah kepemilikan saham tambang nikel di Maluku Utara.

Mengutip Laporan Keuangan PT Aneka Tambang Tbk 2019, Antam memiliki wilayah izin usaha pertambangan empat prospek di Halmahera Timur, Maluku Utara, Pulau Pakai, Tanjung Buli, Mornopo, dan Sangaji.

Tak hanya itu, Antam juga memiliki saham area tambang yang dikelola afiliasinya di Halmahera Timur, Maluku Utara, yakni PT Weda Bay Nickel.

Antam mendapatkan free carried usaha ventura bersama Eramet S.A. (ESA) untuk mendirikan tambang nikel dan kobalt serta pabrik pengolahan nikel berteknologi hidrometalurgi di Teluk Weda, wilayah yang terletak di antara Kabupaten Halmahera Tengah dan Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara.

Proyek nikel ini akan dikelola oleh PT Weda Bay Nickel (PT WBN) yang struktur kepemilikan sahamnya terdiri dari 10% ANTAM dan 90% Strand Minerals Pte. Ltd. (SM). 

Antam memiliki opsi untuk meningkatkan porsi saham PT WBN miliknya menjadi 25%. 

Komposisi kepemilikan saham SM saat ini ialah 57% Tsingshan group dan 43% dimiliki oleh ESA.

PT Aneka Tambang Tbk akan diandalkan dari sisi hulu pembangunan pabrik baterai ini karena, tak hanya ahli di sektor pertambangan, tetapi Antam juga telah memiliki sejumlah fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel.

Bila ditambah lagi dengan rencana pembangunan baterai mobil listrik, tentunya dibutuhkan cadangan nikel yang besar.

1 COMMENT

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article