Antam Garap Emas Senilai Rp 200 T

Antam Garap Emas Senilai Rp 200 T

Antam Garap Emas Senilai Rp 200 T
Antam Garap Emas Senilai Rp 200 T

Sebentar lagi perusahaan BUMN berplat merah akan garap eksplorasi emas di Papua.

PT. Aneka Tambang Tbk (ANTM) digadang akan mengelola Gunung Emas di Papua bernama Blok Wabu yang merupakan bekas lahan tambang yang dikelola PT. Freeport Indonesia.

Fantastis potensi cadangan emas dari Blok Wabu di Papua ini bernilai hingga US$ 14 miliar atau sekitar Rp. 207,2 triliun (asumsi kurs Rp. 14.800 per US$).

Berdasarkan hitungan kasar, bahwa margin rata-rata tambang emas mencapai 30%.

Perusahaan BUMN plat merah Antam bisa memperoleh keuntungan hingga Rp. 62,16 triliun selama mengelola tambang emas di Papua ini.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, saat Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI pada Selasa (22/09/2020).

Ia mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, agar Antam bisa mengelola bekas lahan tambang yang dikelola Freeport Indonesia, yakni Blok Wabu.

Menurut Erick ini perlu dilakukan agar Antam tidak hanya mengandalkan bisnis perdagangan (trading) emas, tetapi juga mengelola tambang emasnya sendiri.

Apalagi, imbuhnya, jumlah karyawan Antam mencapai seribuan, sangat sayang bila tidak mengelola tambang sendiri.

Baca Juga: Harga Batu Bara Hampir Sentuh US$ 60/ton

“Makanya, kemarin kita kirim surat ke Menteri ESDM, sebagai perusahaan BUMN kita mengharapkan, kami koordinasi juga dengan Kepala BKPM agar alokasi yang sudah diberikan Freeport kepada negara, diprioritaskan kepada BUMN untuk masalah pengelolaan emas itu. Sehingga kita secara konkret Antam ini bukan trading company, tapi juga perusahaan tambang emas,” katanya.