Ambisi China yang Menekan Penggunaan Batu Bara

Must read

Presiden China Xi Jinping pada Kamis (22/4/2021) berjanji untuk menekan penggunaan emas hitam melalui pembatasan proyek-proyek pembangkit listrik dengan tenaga batu bara yang sangat berpolusi, dan akan mengurangi ketergantungan pada sumber energi ini dalam lima tahun.

Xi Jinping juga menegaskan kembali rencana China untuk emisi karbon puncak sebelum tahun 2030 dan untuk mencapai status nol bersih pada tahun 2060. Hal ini disampaikannya saat mengikuti KTT virtual yang khusus membahas perubahan iklim yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Kita harus berkomitmen untuk pembangunan hijau. Pegunungan hijau adalah gunung emas, melindungi lingkungan berarti melindungi produktivitas,” kata Xi Jinping.

KTT tersebut dihadiri 40 kepala negara termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Selain itu, hadirnya juga para eksekutif perusahaan, ketua serikat, Paus Francis dan pendiri Microsoft, Bill Gates.

Selain itu, Xi Jinping berkomitmen menargetkan pengurangan pangsa batu bara dalam total bauran energinya menjadi kurang dari 56% tahun ini. China dan AS adalah dua penyumbang emisi karbon terbesar di dunia.

Kami perlu memberikan pengakuan penuh atas kontribusi negara-negara berkembang terhadap aksi iklim dan mengakomodasi kesulitan dan perhatian khusus mereka,” kata Xi Jinping.

Negara maju perlu meningkatkan ambisi dan tindakan iklim serta melakukan upaya konkret untuk membantu negara berkembang mempercepat transisi menuju pembangunan hijau dan rendah karbon,” sambungnya.

Baca Juga : Kebangkitan Ekonomi China Mendongkrak Pamor Batu Bara Global

Dalam konferensi tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri China Ma Zhaoxu mengatakan, partisipasi Xi Jinping dalam KTT tersebut menunjukkan pentingnya China untuk terlibat dalam kebijakan perubahan iklim, serta rasa tanggung jawab negara sebagai negara utama dalam tata kelola lingkungan.

Jangka waktu komitmen China untuk beralih dari puncak karbon ke netralitas karbon jauh lebih pendek daripada yang dibutuhkan negara-negara maju, (tetapi) China akan melakukan upaya yang luar biasa keras,” pungkas Ma.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article