Aman! Korsel Masih Lanjutkan Pendanaan Batu Bara RI

Must read

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) dalam putusannya berkomitmen melanjutkan pendanaan batu bara RI meski pihaknya sudah  berencana mengurangi emisi karbon dengan mengurangi pembiayaan untuk proyek batu bara di luar negeri.

Dalam keterangan resminya, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menegaskan, pendanaan proyek yang sudah berjalan di Indonesia  tidak akan berdampak pada kebijakan tersebut.

Nantinya, Negeri Ginseng akan menyalurkan pendanaan jangka panjang untuk pembangkit melalui penjaminan Perusahaan Asuransi Perdagangan Korea (K-SURE) dan Bank Ekspor-Impor Korea (KEXIM). Serta, pendanaan langsung melalui KEXIM dan Bank Pembangunan Korea (KDB) baik untuk proyek PLN maupun proyek IPP.

Dalam hal ini, pemerintah menyampaikan apresiasi terhadap langkah korsel yang tetap berkomitmen pada pendanaan untuk proyek batu bara di Tanah Air yang tengah berjalan.

Nggak masalah karena semua proyek PLTU Indonesia sudah finance closed dan tinggal penyelesaian konstruksinya,” ujar Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal kelistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Wanhar, pada Rabu (28/4/2021).

Wanhar menambahkan, penggunaan teknologi Ultra Super-Critical (USC) pada PLTU yang kini dibangun di Indonesia, menjadi bagian road map penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor energi.

Untuk diketahui, teknologi USC termasuk Clean Coal Technology atau CCT yang dapat mengurangi emisi GRK karena memiliki efisiensi sebesar 40%. Artinya, PLTU USC mampu mengonversi sebanyak 40% dari setiap energi yang terkandung di dalam batu bara menjadi energi listrik (kWh).

Bukan sebagai standar, tapi semacam road map penggunaan PLTU di Indonesia,” ungkapnya.

Dengan nada yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Energi, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Montty Girianna mengatakan,  Indonesia sudah mengikuti dan siap mengadopsi agenda perubahan iklim.

Baca Juga : Pembiayaan Proyek Batu Bara di RI Diprediksi Akan Berakhir

Tentu saja untuk proyek-proyek PLTU Batu bara yang existing masih tetap akan berjalan sesuai dengan kontrak, kalaupun ada perubahan perlu ada kesepakatan kedua belah pihak,” ujar Montty.

Lebih rinci, ia menegaskan, Indonesia masih tetap komitmen untuk bersama-sama komunitas global mensukseskan agenda pengurangan emisi gas rumah kaca. Adapun upaya yang dilakukan adalah dengan  dengan meningkatkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan baik yang digunakan untuk kelistrikan maupun non kelistrikan.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article