Aman! Harga Batu Bara masih Beri Ramalan Baik bagi RI

Must read

Harga batu bara termal ICE Newcastle yang drop ke bawah US$ 90/ton dalam tiga hari terakhir tampaknya masih memberikan ramalan baik dari China untuk Indonesia. Koreksi 2,5% sepanjang April dengan pelemahan saat ini masih tergolong wajar karena banyak trader yang memanfaatkan kenaikan harga untuk mencairkan keuntungannya (profit taking).

Seperti yang diketahui perseteruan China dan Australia memang belum menyurut. Bahkan, beberapa waktu lalu pemerintah federal Australia dikabarkan membatalkan perjanjian antara Pemerintah Daerah Victoria dengan program pembangunan infrastruktur China yaitu Belt & Road Initiatives (BRI). 

Pakta ini dinilai  tidak sesuai dengan kebijakan luar negeri Australia. Hubungan Negeri Kanguru dan Negeri Panda memang panas akibat Covid-19. China dibuat geram karena Australia mendukung tentang penyelidikan asal-usul virus corona yang juga datang dari Wuhan.

Menyikapi tindakan ini, China memilih memboikot impor berbagai barang dan komoditas dari Australia, termasuk batu bara. Australia sendiri pun tidak melakukan pengiriman batu termal ke China.

Uniknya, perdagangan bijih besi tetap berjalan dengan lancar. Australia tetap mengirim 80% dari bijih besinya ke China. Hubungan bilateral antara kedua negara ini menguntungkan Indonesia karena kebanjiran permintaan impor batu bara di tengah ekonomi China yang kian ekspansif. 

Ekonomi yang perlahan bangkit membuat kebutuhan listrik pun meningkat. Berdasarkan laporan State Grid Corporation of China (SGCC), penggunaan listrik Negeri Tirai Bambu di kuartal kedua berpotensi naik 9% (yoy). 

Baca Juga : Kebangkitan Ekonomi China Mendongkrak Pamor Batu Bara Global

Selain itu, di waktu yang bersamaan pasokan batu bara domestik China masih terbilang ketat. Ketatnya pasokan batu bara China membuat harga si batu legam lokal terbang tinggi. Harga batu bara termal Qinhuangdao seharusnya berada di rentang RMB 500 – RMB 570/ton agar tidak terlalu murah dan kemahalan sehingga masih bisa membuat penambang dan perusahaan utilitas untung. 

Namun sekarang harga batu bara acuan domestik tersebut masih berada di atas RMB 700/ton. Hal ini semakin menimbulkan spekulasi bahwa keran impor China masih belum akan ditutup apalagi ketika ekonominya kian ekspansif. Jadilah harga batu bara global juga ikut kuat.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article