Alternatif Tujuan Ekspor Batu Bara Masih Belum Efektif

Alternatif Tujuan Ekspor Batu Bara Masih Belum Efektif

Alternatif Tujuan Ekspor Batu Bara Masih Belum Efektif
Alternatif Tujuan Ekspor Batu Bara Masih Belum Efektif

Pemerintah terus berupaya membuka pasar baru bagi komoditas ekspor bati bara Indonesia.

Jalan tersebut diambil sebagai upaya menjaga produktivitas pertambangan tanah air dan stabilitas permintaan batu bara.

Menurut Rizal Kasali, Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan (Perhapi). Ia mengatakan  kondisi saat ini ada ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan (demand).

Ini tidak lepas dari anjloknya permintaan batu bara dari dua konsumen utama dunia dan Indonesia, yakni China dan India.

Membuka pasar baru dinilai belum efektif, melihat pasar permintaan batu bara memang sedang mengalami penurunan.

Langkah yang dinilai tepat untuk dijalankan oleh para perusahaan batu bara adalah dengan pengurangan produksi agar operasi pertambangan hingga akhir tahun tidak merugi.

Mengurangi jumlah produksi diharapkan dapat mengerek harga batu bara menjadi lebih stabil.

“Pengurangan produksi saat ini menjadi opsi yang harus dilakukan mengingat ketidakseimbangan antara supply dan demand di pasar dunia, terutama dari negara pemakai batu bara terbesar seperti China dan India,” kata Rizal, Selasa (28/7).

Menurut Rizal, kedua negara tersebut lebih mementingkan produksi batu bara dalam negeri.

Adapun negara yang menjadi tujuan ekspor lainnya, seperti Jepang, Korea Selatan dan Taiwan juga mengalami penurunan permintaan.

Upaya pemerintah untuk mencari alternatif tujuan ekspor batu bara yang baru juga tidak akan efektif dalam menggenjot produksi.

“Mencari market baru juga solusi, namun tidak berpengaruh banyak karena tidak bisa mengkompensasi demand dari tujuan ekspor yang besar seperti China dan India,” kata dia.

Baca Juga: Inilah Pentingnya Hilirisasi Nikel di Indonesia!

Pemerintah mengklaim sedang melakukan penjajakan untuk melakukan ekspor ke beberapa negara berkembang lainnya.

Beberapa negara menjadi incaran sebagai tujuan ekspor seperti Vietnam, Bangladesh, dan Pakistan.