Alkisah Minyak Bumi di Bumi Andalas

Alkisah Minyak Bumi di Bumi Andalas

Alkisah Minyak Bumi di Bumi Andalas
Alkisah Minyak Bumi di Bumi Andalas

Frasa “raja minyak dari Medan” yang sering terdengar muncul di TV dan tersemat ke salah satu politisi Indonesia ternyata punya sejarah panjang.

Meskipun tidak secara spesifik mengacu pada Medan, Sumatera Utara punya sejarah penemuan minyak yang tertua di Indonesia.

Alkisah pada suatu waktu Aeilko Jans Zijlker, sang juragan tembakau di Sumara Timur berkeliling perkebunan miliknya.

Sial,di tengah jalan, tetiba turun hujan deras. Ziljlker pun berteduh di barak bekas tempat penimbunan tembakau.

Matahari pada saat itu mulai gelap. Seorang mandor lokal pun datang menyalakan obor.

Karena apinya jernih, Ziljlker menyangka kayu yang dipakai si mandor kayu adalah damar tapi ternyata bukan.

Mandor mengatakan sumber api yang dipakainya berasal dari tanah liat di kubangan yang tidak jauh dari barak.

Masyarakat setempat memang sudah lama memanfaatkan tanah liat (yang ternyata minyak mentah) dari kubangan itu untuk obor.

Keesokan paginya, Zijlker mengajak anak buahnya meninjau kubangan-kubangan yang dikatakan sang mandor.

Setelah ditelaah kubangan-kubangan itu mengeluarkan aroma minyak. Zijlker kemudian tertarik untuk memiliki lahan “basah” itu.

Lewat koneksinya di Belanda, Zijlker memperoleh suntikan modal untuk mendirikan perusahaan minyak.   

Pada 1883, Zijlker menerima konsesi atas lahan tersebut dari Sultan Langkat. Pada 15 Juni 1885, dilakukan pemboran di sumur telaga tunggal pada kedalaman 121 meter.

Pemeriksaan cairan dari kubangan itu di Batavia pada 1886 membuktikan bahwa lahan milik Zijlker mengandung minyak bumi berkualitas.

Zijlker yang tadinya tuan kebun yang kurang berhasil kini menjadi raja minyak.

Demikianlah sejarawan Belanda terkemuka H.J. De Graaf mengisahkan penemuan ladang minyak di Telaga Said dalam bukunya Geschiedenis van Indonesie.

Baca Juga: Harga Batu Bara Melejit!

Temuan itu menjadi cikal bakal pertambangan minyak Pangkalan Brandan; ladang minyak terbesar di Sumatra.