Alasan Hilirisasi Pertambangan Banyak yang Tertunda

Alasan Hilirisasi Pertambangan Banyak yang Tertunda

Alasan Hilirisasi Pertambangan Banyak yang Tertunda
Alasan Hilirisasi Pertambangan Banyak yang Tertunda

Rencana hilirisasi tambang lewat pembangunan pabrik pemurnian dan pengolahan (smelter) tampaknya harus ditata ulang.

Banyak proyek smelter yang bakal mengalami penundaan dari jadwal operasional yang sudah ditentukan.

Rencana investai smelter di tahun ini mencapai US$ 3,76 miliar.

Sementara realisasi investasi smelter tahun lalu hanya berada di angka US$ 1,41 miliar.

Karena pandemi Covid-19, maka investasi pada proyek smelter diperkirakan hanya akan terealisasi di angka US$ 1,9 miliar atau sekitar 50% dari target.

Jika Covid-19 berlanjut, maka rencana investasi smelter di tahun ini akan bergeser ke tahun 2021 mendatang.

Dengan adanya Covid-19, proyek smelter bakal terganggu karena aktivitas pengerjaan dan arus barang pasti terhambat.

Namun, tidak tercapai target ada 52 smelter pada tahun 2022, bukan hanya karena Covid-19 tapi karena faktor lain yaitu pendanaan.

Baca Juga: Deutsche Bank Setop Pinjaman untuk Proyek Tambang

Dalam rentang progres 40%-95%, pengerjaan proyek smelter masih berupa pengadaan alat pabrik, lalu konstruksi pabrik dan sebagian utilitas atau infrastruktur pendukung.