Alasan Harga Batu Bara Lebih Stabil dari Minyak

Alasan Harga Batu Bara Lebih Stabil dari Minyak

Alasan-Harga-Batu-Bara-Lebih-Stabil-dari-Minyak
Alasan Harga Batu Bara Lebih Stabil dari Minyak

Pada perdagangan Kamis kemarin (19/3/2020). Harga batu bara kontrak berjangka ICE Newcastle ditutup di US$ 66,4/ton atau turun 0,15% dibanding harga penutupan pada perdagangan sebelumnya.

Walau mengalami fluktuasi, harga batu bara dunia sebenarnya merupakan komoditas yang harganya relatif lebih stabil dibanding harga komoditas lain di tengah merebaknya wabah virus corona (COVID-19) secara global.

Banyak pergerakan harga minyak jadi sentimen untuk harga batu bara. Tetapi anjloknya harga minyak tak lantas membuat harga batu bara melorot signifikan dan memiliki volatilitas yang tinggi.

Jika dibandingkan dengan minyak yang sudah anjlok 40% dalam 2 pekan terakhir, harga batu bara justru relatif stabil di rentang US$ 64 – US$ 66 per ton.

Ada beberapa alasan utama yang membuat harga batu bara cenderung stabil. Jawabannya adalah wabah COVID-19 itu sendiri.

Adanya wabah COVID-19 membuat Mongolia sebagai tetangga China yang menyuplai batu bara kokas untuk kebutuhan pembuatan baja China menutup perbatasannya, sehingga memangkas pasokan ke China hingga 50% dari biasanya.

Baca Juga: Jangan Panik Investasi Saham!

Kedua adalah cuaca basah musiman di negara bagian Australia. Australia merupakan sumber dari sebagian besar ekspor batu bara Asia Pasifik.

Cuaca yang tidak mendukung tentu menjadi penghambat pengiriman batu bara menggunakan kargo. Hal ini berakibat pada kenaikan harga.