Aktivitas Ekspor Minyak Libya di 3 Pelabuhan Terhenti

Ekspor minyak Libya dari 3 pelabuhan terhenti seiring dengan memanasnya konflik perang saudara di Libya. Produksi minyak mentah negara terancam terpangkas hingga lebih dari setengahnya.

Mengutip Bloomberg, aktivitas ekpor di Ras Lanuf, Sidra dan Brega telah dibekukan sehari sebelum anggota faksi yang bertikai di negara Afrika Utara itu menghadiri pertemuan puncak di Berlin untuk mencoba menyelesaikan konflik.

Salah satu pejabat National Oil Corp yang tidak disebutkan namanya. Dia mengatakan bahwa semua pengiriman minyak dari pelabuhan di Libya tengah dan timur. Kecuali Zueitina, akan dihentikan setelah instruksi langsung dari Tentara Nasional Libya, pasukan yang berbasis di timur Libya.

Baca Juga : Harga Minyak Menguat Terdorong Penutupan Dua Ladang Libya

Sebagai informasi, Tentara Nasional Libya yang kini dikendalikan oleh Khalifa Haftar, yang pasukannya berusaha menggulingkan pemerintah yang didukung PBB di Tripoli dan telah mengepung ibu kota Libya.

Pejabat itu mengatakan bahwa penghentian ekspor yang lebih luas akan membuat produksi minyak mentah Libya dengan kapasitas 700 ribu barel per hari ikut terhenti.  Adapun, mengutip data terbaru Libya, pada pekan lalu tingkat produksi minyak mentah harian Libya mencapai 1,17 juta barel.

Juru bicara Tentara Nasional Libya Ahmed al-Mismari mengatakan, dalam sebuah pernyataan bahwa pasukannya menanggapi kehendak rakyat. Setelah suku-suku timur melakukan protes menuntut pembekuan produksi minyak.