Akhirnya, Harga Minyak Naik ke USD 64,49

Minyak mentah berjangka Brent naik 29 sen atau 0,5 persen menjadi US$ 64,49 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 15 sen atau 0,3 persen lebih tinggi menjadi US$ 58,23 per barel.

Kedua acuan harga memangkas kenaikan dalam perdagangan pascapenyelesaian karena data dari American Petroleum Institute (API), sebuah kelompok industri, menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS meningkat secara tak terduga minggu lalu. Data API menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik sekitar 1,1 juta barel dalam seminggu hingga 10 Januari 2020.

Harga minyak dunia kembali naik setelah lima hari berturut-turut turun karena Amerika Serikat dan Cina bersiap meneken kesepakatan perdagangan dan mulai meredanya ketegangan Timur Tengah.

Para analis telah memperkirakan bakal ada penarikan 474.000 barel minyak. Badan Informasi Energi AS (EIA) akan melaporkan data persediaan resmi pemerintah pada Rabu pagi waktu setempat.

Para analis mengatakan minyak menemukan dukungan teknis setelah WTI turun ke level terendah lima minggu di US$ 57,72 sebelum memantul dari rata-rata pergerakan 200 hari.

Penandatanganan yang diharapkan dari perjanjian perdagangan Fase 1 Amerika Serikat-Cina pada Rabu waktu setempat. Menandai langkah besar dalam mengakhiri pertikaian yang telah memangkas pertumbuhan global dan mengurangi permintaan terhadap minyak.

Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York menyebutkan harga minyak untuk sementara rebound setelah kelelahan penjual. “Sehingga para investor menunggu perkembangan selanjutnya di bidang perdagangan dan apakah kita melihat kenaikan yang kuat dengan permintaan global setelah kesepakatan perdagangan fase-satu,” ujarnya seperti dikutip dari sebuah laporan.

Cina telah berjanji untuk membeli lebih dari US$ 50 miliar pasokan energi dari Amerika Serikat selama dua tahun ke depan. Menurut sebuah sumber yang menjelaskan tentang kesepakatan perdagangan.