Airbus Kenalkan Konsep Pesawat Berenergi Hidrogen

Airbus Kenalkan Konsep Pesawat Berenergi Hidrogen

Airbus Kenalkan Konsep Pesawat Berenergi Hidrogen
Airbus Kenalkan Konsep Pesawat Berenergi Hidrogen

Airbus telah meluncurkan tiga konsep visual untuk pesawat “nol emisi” yang akan ditenagai oleh hidrogen.

Ini merupakan upaya terbaru pembuat pesawat untuk menarik perhatian publik setelah pemerintah Eropa mendorong teknologi yang lebih bersih dalam rencana pemulihan pasca pandemi.

Airbus AIR telah menetapkan batas waktu tahun 2035 untuk mengoperasikan pesawat komersial bebas karbon tersebut. 

“Untuk mencapai tujuan 2035, Airbus perlu memilih teknologi pada 2025,” kata Chief Technology Officer Airbus Grazia Vittadini dalam sebuah wawancara, dilansir dari Reuters, Selasa (22/9/2020).

Inisiatif yang disebut “ZEROe” ini mencakup konsep untuk dua pesawat yang tampak konvensional, yakni mesin jet turbofan yang mampu membawa 120-200 orang lebih dari 2.000 mil laut (3.700 km) dan sebuah turboprop yang mampu membawa hingga 100 orang untuk 1.000 nm.

Tidak seperti pesawat biasa, mesin akan disesuaikan untuk membakar hidrogen cair yang disimpan di badan pesawat belakang.

Sedangkan konsep ketiga menggabungkan desain “badan sayap campuran” revolusioner yang mirip dengan yang disajikan pada bulan Februari.

Tak hanya mengenalkan konsep, Airbus juga tengah mengerjakan sebuah demonstran dengan hasil awal diharapkan selesai pada 2021.

Meski demikian, terdapat beberapa tantangan yang bakal dihadapi Airbus dalam mewujudkan konsep hidrogen tersebut. Di antaranya, kekhawatiran bahwa hidrogen tidak aman. 

Airbus menepis anggapan tersebut dan menyerukan investasi besar-besaran dalam infrastruktur energi baru.

Airbus juga harus menemukan cara untuk menyimpan hidrogen cair yang mudah menguap dengan aman selama penerbangan pada suhu yang sangat dingin.

Tantangan lainnya adalah hidrogen tetap terlalu mahal untuk digunakan secara luas.

Baca Juga: PTBA Lelang EPC Proyek Gasifikasi Batu Bara

Di mana menurut para pendukung, investasi infrastruktur dan permintaan yang meningkat akan menurunkan biaya.

Saat ini, sebagian besar hidrogen yang digunakan diekstraksi dari gas alam, yang menghasilkan emisi karbon.

Namun, Airbus mengatakan hidrogen yang digunakan untuk penerbangan akan diproduksi dari energi terbarukan dan diekstraksi dari air dengan elektrolisis.