Ahli Temukan Tanaman Penambang Nikel

Ahli Temukan Tanaman Penambang Nikel

Ahli Temukan Tanaman Penambang Nikel
Ahli Temukan Tanaman Penambang Nikel

Kekayaan flora Indonesia kembali memberi kejutan bagi penilitian internasional.

Peneliti berhasil menemukan beberapa jenis tanaman “penambang” nikel yang berpotensi ditambang secara ramah lingkungan. 

Hal tersebut disampaikan oleh ahli biologi tanah dan dosen di Universitas Tadulako di Sulawesi Tengah, Aiyen Tjoa berhasil menemukan tumbuhan langka saat menelusuri salah satu kawasan pertambangan nikel terbesar di dunia yaitu daerah Sorowako di Sulawesi Selatan.

Dalam ekspolorasi flora tersebut Aiyen sengaja mencari tanaman yang bisa beradaptasi dengan baik di area lingkungan yang kaya nikel tersebut.

Adapun, tanaman yang dicari dan ditemukan oleh Aiyen itu dikenal dengan hiper-akumulator nikel (nickel hyper-accumulators). 

Disebut sebagai tanaman penambang nikel, karena tanaman langka ini mampu menyerap dan menyimpan nikel dalam jumlah besar, setidaknya 1.000 mikrogram nikel per 1 gram daun kering.

Sebenarnya, kata Aiyen, tanaman jenis hiper-akumulator itu ada banyak sekali jenisnya.

Terutama jenis tanaman yang termasuk dalam penanggualan pencemaran fitoremediasi (pemanfaatan mikroorganisme) di antaranya adalah Phytoextraction, Phytostabilization, dan Phytodegradation. 

“Setiap konsep memiliki tanaman tersendiri,” kata Aiyen. 

Untuk diketahui, fitoremediasi adalah penggunaan tumbuhan untuk memperbaiki, mengurangi ataupun memulihkan lahan yang tercemar berbagai polutan. 

Baca Juga: Harga Batu Bara Melesat Hampir 5%

Secara sederhananya, Phytoextraction atau bisa juga disebut dengan phytoaccumulation adalah proses tumbuhan menarik zat kontaminan dari tanah atau media tercemar dan zat-zat kontaminan itu berakumulasi di dalam bagian-bagian tanaman.