7 Menit Untuk Keselamatan Kerja

Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) nasional tahun ini diperingati Pemkab Paser bersama perwakilan perusahaan di berbagai sektor.

7-Menit-Untuk-Keselamatan-Kerja
7 Menit Untuk Keselamatan Kerja

Sekretaris Kabupaten Paser Katsul Wijaya memimpin upacara peringatan yang bertema optimalisasi kemandirian masyarakat berbudaya K3, pada era revolusi Industri 4.0 berbasis teknologi informasi.

Katsul menyampaikan, peringatan hari K3 merupakan momentum yang strategis dan bersejarah, mengingat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970  tentang Keselamatan Kerja telah mencapai usia 50 tahun.

Pada usia setengah abad, regulasi ini menghadapi tantangan-tantangan baru dalam dunia ketenagakerjaan.

“Salah satu di antaranya revolusi industri. Dalam menghadapi revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan adanya inovasi, super-computer, artificial intelligence, dan fleksibilitas pola kerja yang telah membawa perubahan ekonomi berbasis digital,” ujar Katsul, kemarin (5/3).

Baca Juga: Regulasi Energi Terbarukan Baru Diapresiasi Positif

Sejumlah perusahaan juga diberikan penghargaan oleh Pemkab Paser karena meraih kategori zero accident. Perusahaan penerima ini bergerak di bidang pertambangan dan perkebunan.

Setelah upacara, PT. Petrosea memberikan contoh praktik di lapangan terkait tanggap darurat kecelakaan kerja. Hanya perlu 7 menit, tim rescue mengevakuasi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Paser Sancoyo mengatakan, selama ini Paser terbilang minim kecelakaan di lapangan, karena seluruh perusahaan telah melakukan standar operasional prosedur (SOP) K3 dengan benar.

Kini pengawasan dari pemerintah provinsi selaku pemilik wewenang, juga telah mengutus pengawasnya untuk standby di daerah. Berbeda dengan sebelumnya, pengawas berada di ibu kota provinsi.

“Sekarang empat pengawas sudah berkantor di Disnakertrans Paser. Jadi, kita bisa lebih cepat koordinasi terkait kondisi di lapangan,” kata Sancoyo.

Sancoyo mengatakan, ada sekitar 150 perusahaan pertambangan dan 30 perusahaan perkebunan di Kabupaten Paser. Harapannya, perusahaan ini bisa menjaga para karyawannya bekerja dan tidak ada kecelakaan di lapangan.