6 Saham Emiten Pertambangan Jeblok

6 Saham Emiten Pertambangan Jeblok

6 Saham Emiten Pertambangan Jeblok
6 Saham Emiten Pertambangan Jeblok

Harga emas dunia yang terus melonjak menembus rekor baru di atas US$ 2.000 per troy ounce.

Hal ini ternyata tidak berakibat positif terhadap kinerja saham pertambangan di dalam negeri.

Enam saham emiten emas di Bursa Efek Indonesia (BEI) malah jatuh ke zona merah. Mereka terpantau turun 2,51 persen hingga 4,92 persen. 

Saham PT. United Tractors Tbk. tercatat turun 4,68 persen ke posisi 20.350.

Saham Berkode UNTR dibuka di posisi 21.500 dan bergerak di rentang 19.875-21.600.

Saham PT. Aneka Tambang Tbk. (ANTM) turun 4,11 persen.

Saham PT. J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) turun 3,85 persen.

Saham PT. Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI) turun 3,57 persen.

Saham PT. Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) turun 3,42 persen.

Saham PT. Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) turun 2,51 persen.

Saham-saham emiten emas itu secara umum turun sejalan dengan tren pelemahan indeks harga saham gabungan atau IHSG.

Hingga sesi pertama berakhir, IHSG turun 2,57 persen ke level 5.017,362 setelah bergerak di rentang 4.928,47 – 5.157,27.

Sebanyak 407 saham terkoreksi, 43 menguat, dan 118 stagnan.

Bloomberg menunjukkan per hari ini harga emas dunia naik 0,28 persen ke posisi US$ 1.991,4 per troy ounce.

Adapun harga emas di pasar spot dibuka menguat US$ 1.988 per troy ounce sebelum lungsur ke posisi US$ 1.973,31 pada pukul 14.17 WIB.

Baca Juga: Konsistensi Penghiliran Untuk Nilai Tambah Tambang Perlu Dijaga

Kenaikan harga emas bulanan ini termasuk yang terbesar sejak 2012. Menyusul penurunan dolar AS dan rekor rendahnya imbal hasil riil AS.

Artinya harga emas telah meroket hingga 11 persen pada bulan Juli ini.