3 Perusahaan Listrik Asing Siap Investasi di Indonesia

Must read

3 Perusahaan Listrik Asing Siap Investasi di Indonesia

3 Perusahaan Listrik Asing Siap Investasi di Indonesia
3 Perusahaan Listrik Asing Siap Investasi di Indonesia

Saat ini pemerintah Indonesia sedang menjaring investasi asing untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik. 

Sejumlah kerjasama tengah dijajaki oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang nantinya akan tergabung dalam holding baterai Indonesia. 

Kesepakatan awal sudah diteken antara PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dengan konsorsium CATL, perusahaan baterai terkemuka asal China. 

Dalam kerjasama tersebut pihak Indonesia mengajukan syarat agar 60% dari nikel yang akan dipasok dapat diproses menjadi baterai di Indonesia. 

Pihak CATL merespons syarat tersebut dan berkomitmen untuk mengolah 60% nikel yang dipasok Antam di dalam negeri.

Rencananya, baterai kendaraan listrik ini pun bisa diproduksi mulai tahun 2024. Syaratnya yakni diharuskan 60% dari nikel yang mereka peroleh harus diproses menjadi baterai di Indonesia.

Beberapa waktu lalu di Yunnan, China, pemerintah sudah melakukan pembicaraan untuk meminta pabrikan mobil listrik asal China dapat berinvestasi di Indonesia. 

Targetnya yakni diharapkan ada investasi yang masuk sekitar US$ 5 miliar pada tahun 2024. 

Selain dengan konsorsium CATL, saat ini anggota holding baterai BUMN juga sedang menjajaki kerjasama dengan LG Chem Ltd dari Korea Selatan. 

Selain itu, pemerintah Indonesia juga sedang mendekati produsen baterai dan mobil listrik terkemuka asal Amerika Serikat, Tesla.

Jadi CATL dan LG Chem adalah dua perusahaan teknologi lithium baterai paling advanced di dunia, selain Tesla. 

Pemerintah berharap tiga nama itu masuk di Indonesia dan membangun pabrik mobil listrik.

Indonesia Battery Holding (IBH) akan menggarap industri baterai kendaraan listrik secara terintegrasi dari hulu hingga ke hilir. 

IBH nantinya terdiri dari PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), holding pertambangan BUMN Inalum (MIND ID), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Diharapkan awal tahun 2021 bisa ada kesepakatan dengan calon mitra dan di dalam value chain baterai ini. 

Baca Juga: Saham Petrosea Kian Menghijau

Baik tambang sampai dengan battery pack dan masuk sampai ke pada daur ulangnya, bisa sepakati. 

Jadi ini yang disiapkan, dan negosiasi berjalan terus dengan masing-masing pihak. 

Investasi baterai kendaraan listrik ini juga terkait dengan strategi hilirisasi tambang, khususnya nikel.

Menteri BUMN meminta agar proses hilirisasi nikel tak lagi berhenti pada ekspor produk setengah jadi. 

Jadi seharusnya harus ada batas minimal 60%-70% pengelolaan nikel di dalam negeri untuk industri baterai.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article