3 Insentif Demi Keberhasilan Gasifikasi Batu Bara

3 Insentif Demi Keberhasilan Gasifikasi Batu Bara
3 Insentif Demi Keberhasilan Gasifikasi Batu Bara

Pemerintah terus berupaya mendorong hilirisasi batu bara, khususnya proyek gasifikasi yang mengubah batu bara kalori rendah menjadi Dimethyl Ether (DME), dengan memberikan 3 insentif khusus kepada perusahaan yang melakukan gasifikasi batu bara. 

Dimethyl Ether (DME) ini nantinya akan digunakan sebagai pengganti liquefied petroleum gas (LPG).

Tiga bentuk insentif untuk mendukung program gasifikasi batu bara (coal to Dimethyl Ether DME) ini, antara lain:

a). Pengurangan tarif royalti batu bara khusus untuk gasifikasi batu bara hingga 0%, b). Harga khusus batu bara untuk gasifikasi, dan
c). Jangka waktu masa Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Berdasarkan Undang-Undang No. 3 tahun 2020, tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (UU Minerba), jangka waktu Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk proyek gasifikasi batu bara.

UU Minerba tersebut menjamin perusahaan akan mendapatkan perpanjangan IUP selama 10 tahun setiap kali perpanjangan selama memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Insentif tersebut telah tertuang dalam sejumlah peraturan perundang-undangan.

Baca Juga: Nikel Indonesia Bakal Jadi Primadona di Masa Depan

Pengurangan tarif royalti untuk gasifikasi batu bara hingga 0% ini telah diakomodir dalam Undang-Undang Cipta Kerja. 

Untuk tindak lanjutnya, pemerintah tengah merumuskan rancangan Permen ESDM tentang kriteria teknis dan tata cara pemberian insentif royalti batu bara untuk hilirisasi batu bara.