3 Faktor Penggoyang Harga Minyak Dunia

3 Faktor Penggoyang Harga Minyak Dunia

3 Faktor Penggoyang Harga Minyak Dunia
3 Faktor Penggoyang Harga Minyak Dunia

Perdagangan minyak dunia masih tidak bergairan. Pasar permintaan minyak belum terkerek katalis positif geliat perekonomian dunia.

Harga minyak tak menguat signifikan selama beberapa pekan terakhir, meskipun berbagai berita positif berseliweran di pasar.

Mulai dari penurunan persediaan minyak mentah di dunia, hingga laporan kepatuhan produsen OPEC+ pada kesepakatan terkait memangkas pasokan.

Kabar terkini, pasar perdagangan minyak kembali memasuki masa jenuh, usai reli singkat.

Akhir pekan lalu, dikutip dari Reuters, Brent ditutup pada level US$44,35 per barel, turun 55 sen atau 1,2%.

Sementara, WTI turun 86 sen atau 1,1% menjadi US$42,34 per barel.

Sepanjang pekan, Brent turun 1%, sementara WTI naik hampir 1%.

Harga minyak telah turun kembali ke kisaran US$40-an, setelah Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan klaim pengangguran mingguan mencapai 1,106 juta minggu lalu.

Klaim meningkat, hanya seminggu setelah penghitungan turun di bawah angka 1 juta untuk pertama kalinya sejak Maret.

Tak pelak peningkatan klaim pengangguran menimbulkan keraguan serius tentang keberlanjutan pemulihan ekonomi.

Baca Juga: Harga Batu Bara Melesu

‚ÄúDengan semua berita utama bullish yang telah kami lihat selama beberapa minggu terakhir terkait inventaris, ketidakmampuan minyak untuk menembus harga lebih tinggi bukanlah pertanda baik,” ujar Tariq Zahir, anggota pengelola program makro global di Tyche Capital Advisors LLC, dilansir dari Oil Price, Minggu (23/8).