16,8% Listrik Indonesia Dihasilkan dari Panas Bumi pada 2025

16,8% Listrik Indonesia Dihasilkan dari Panas Bumi pada 2025

16,8%-Listrik-Indonesia-Dihasilkan-dari-Panas-Bumi-pada-2025
16,8% Listrik Indonesia Dihasilkan dari Panas Bumi pada 2025

Kepala Subdit Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Direktorat Panas Bumi Ditjen EBTKE Budi Herdiyanto mengatakan.

Menurut catatan terbaru Badan Geologi, potensi panas bumi di Indonesia sebesar 23,9 giga watt (Gw) hingga Desember 2019.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meningkatkan pemanfaatan panas bumi untuk memenuhi kebutuhan suplai energy nasional.

Di mana pada 2025, panas bumi bisa menghasilkan 7.241,5 mega watt (Mw) atau 16,8% dari total listrik di Indonesia.

“Kita sudah koreksi jadi 23,9 Gw kalau sebelumnya ada informasi 27 Gw. Kita hitung ulang dan koordinasi dengan tenaga ahli (panas bumi). Potensi ini baru dipakai 8,9% atau 2.130,6 mega watt. Jadi masih banyak yang belum dimanfaatkan,” ujarnya, dalam keterangan Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/6/2020).

Baca Juga: Pasokan Energi Aman Meski Ada Wabah Corona

Melihat besarnya potensi tersebut, Budi mengatakan, Kementerian ESDM menargetkan peningkatan pemanfaatan panas bumi menjadi 7.241,5 MW atau 16,8% di 2025.

“Kita sudah punya roadmap untuk menjalankan 46 proyek (panas bumi) dengan total kapasitas sebesar 1.222 MW. Kita harapkan bisa berkontribusi tambahannya 5.000 Mw dari sekarang sekitar 2000-an Mw,” kata Budi.

Budi menggambarkan kapasitas terpasang pembangkit berbasis energi tersebut saat ini berada di 16 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP).

Pada 2019 seluruh WKP mampu memproduksi setrum listrik hingga 13.978 giga watt hour (GWh) dari 101,5 juta ton produksi uap. Salah produksi tersebut dihasilkan dari WKP Lahendong.

“WKP Lahendong memiliki total kapasitas sebesar 120 MW dimana masing-masing unit berkapasitas 1 X 20 MW. Unit 1 hingga 4 dijalankan dengan skema perjanjian jual beli uap, sementara unit 5-6 menggunakan skema perjanjian jual beli listrik,” tutur Budi.