10 Negara Ini akan Cuan di Era Mobil Listrik

10 Negara Ini akan Cuan di Era Mobil Listrik

10 Negara Ini akan Cuan di Era Mobil Listrik
10 Negara Ini akan Cuan di Era Mobil Listrik

Saat popularitas kendaraan listrik terus menanjak karena kian diminati, masa depan produksi nikel juga semakin cerah di masa depan.

Permintaan komoditas tambang ini akan terus tumbuh, mendorong perusahaan dan negara penghasilnya bersemangat untuk menggenjot produksi.

Bahkan, CEO kendaraan listrik Tesla Elon Musk mengakui tentang potensi nikel ini. Dia mengatakan nikel merupakan tantangan terbesar produksi baterai mobil listrik di dunia.

Nikel menjadi tantangan terbesar untuk baterai (mobil listrik) secara volume besar dan jarak yang jauh.

Australia dan Kanada melakukannya dengan cukup baik. Produksi nikel AS secara obyektif sangat buruk. Dan Indonesia yang terhebat.

Lantas negara mana saja yang bisa menikmati masa depan nikel ini?

Baca Juga: Kegunaan Batu Bara dalam Kehidupan Sehari-Hari

Berdasarkan data terbaru dari Survei Geologi AS pada 2019, berikut 10 negara produsen nikel terbesar dunia:

  1. Amerika Serikat

Total Produksi: 14.000 MT

Di peringkat terakhir, Amerika Serikat mengalami penurunan produksi nikel dari 17.600 MT di tahun 2018 hingga menjadi 14.000 MT di tahun 2019.

The Eagle Mine merupakan satu-satunya perusahaan tambal Nikel di Amerika. Hasil pertambangan yang bisa ditemukan pada Yellow Dog Plains di Peninsula, Michigan, merupakan pertambangan nikel dan juga tembaga. Tempat pertambangan ini, sampai sekarang dimiliki oleh Lundin Mining.

  1. Kuba

Total Produksi: 51.000 MT

Sama seperti China, produktivitas produksi nikel Kuba masih bersifat stabil dengan angka 51.000 MT. Nikel menjadi barang perdagangan paling penting untuk perekonomian Kuba yang problematik.

Kuba sebelum tahun 2000, mampu memproduksi lebih dari 74.000 MT nikel per tahun, tapi semenjak setelah periode tersebut, angka produksi terus menurun.